Tuesday, February 7, 2012

Tak Menemukan Siapa2 (Akhirnya...)


Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

 

Desaku yang Dulu, Masih Adakah?



Tidak tau kenapa saya tiba-tiba merindukan suasana pedesaan.
Yang saya tau, hidup di daerah pedesaan adalah kehidupan yang cukup menyenangkan.
Memang, di pedesaan tidak terdapat banyak fasilitas 'modern' seperti di kawasan perkotaan, seperti : mall, waterboom, city center,dan fasilitas-fasilitas lain yang banyak terdapat di perkotaan.
Tapi biasanya di pedesaan terdapat banyak hal yang jarang terdapat di kawasan perkotaan, misalnya : sungai dengan air yang jernih, pasar tradisional (bahkan sistem barter masih digunakan), sawah yang membentang luas, anak-anak kecil yang bermain bola di lapangan becek,dan pemandangan-pemandangan lain yang menurut saya sangat indah.

Waktu kecil saya hidup di wilayah pedesaan, sampai sekarang pun rumah orangtua saya berada di wilayah pedesaan. Saya sangat menikmati kehidupan desa, benar-benar sangat menikmati.
Nama desaku adalah Desa Kesesirejo (unik kaan namanya ^^). Desa ini berada di kecamatan Bodeh, perbatasan antara Kabupaten Pemalang dan Pekalongan, Jawa Tengah.
Di desa inilah saya menghabiskan masa kecil bersama teman-teman saya. Jadi ingin tertawa sendiri deh kalau ingat teman-teman kecilku : Arif, Takwo, Dita, Koimah, Johar, Rois, Agus, Ikrom,dll.

Ohya, di depan rumahku (sekitar 10 meter) ada sungai lho, masih jernih kok airnya. Biasanya saya dan teman-teman memancing di sungai itu (tapi kemampuanku dalam hal memancing sangat low.hehe), yang penting menyenangkan laah...

Sekarang desaku mengalami kemajuan yang cukup pesat, minimarket sudah ada, fasilitas olahraga juga, masjid sudah makin membesar, banyak sawah yang berubah menjadi perumahan, jalan makin lebar, tanah kosong/lapang jumlahnya makin berkurang, pokoknya maju pesat deh.

Kadang kumerindukan desaku yang dulu, yang menemani masa kecilku dengan senyumnya ^^
Tapi di manakah dia saat ini?

Kala kita Terpikat Cinta

“Ketika kau terpikat cinta, Islamikanlah dia. Ketika sayapnya merengkuhmu, serahkanlah dia pada Al-Qur’an. Jadikanlah virus yang tersembunyi di balik sayapnya dan vaksin di hatimu.

Seumpama kita sesak napas terdekap olehnya, Al-Qur’an akan melapangkan kita, hingga kita menjadi sabar dan tegar. Dan kemudian, Allah akan menyinari pelayaran cinta kita dengan cahaya-Nya, hingga kita siap menjadi penyelam suci yang memancarkan kekudusan Tuhan.”

Sekilas Tentang Teknik Perminyakan-ITB

Perkembangan ilmu dan teknologi perminyakan sangat luas dan masih berkembang pesat. Karena ilmu teknik perminyakan merupakan ilmu yang bersifat interdisiplin maka kepakaran/keahlian sumber daya manusia staf dosen masing-masing sangat spesifik dalam aspek pendalaman keilmuannya.
Sementara itu, Program Studi Teknik Perminyakan ITB menjunjung tinggi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat umum, masyarakat pendidikan dan masyarakat industri, yaitu :
  1. Mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Menjunjung standar etika dan sopan-santun yang paling tinggi, berdasarkan norma-norma keagamaan.
  3. Memperlakukan civitas academica sebagai sumberdaya dan mitra yang paling berharga.
  4. Menciptakan dan memelihara lingkungan pendidikan, penelitian, dan pelayanan masyarakat yang kondusif.
  5. Mengembangkan dan memelihara kerjasama antar disiplin ilmu.
  6. Menerapkan manajemen yang terbaik dalam segala kegiatan

Monday, February 6, 2012

MTQ Mahasiswa


Inilah kafilah ITB yang kepanasan di Kota Daeng, Makassar ^^

 قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ